Dengan bangga ku berkata Bapa… aku ini anak MU…
Dengan bahagia ku berkata… Bapa tuntun aku menjalani hidup ini…
Dengan hati yang terbuka ku berkata.. Bapa berkuasalah dalam hidup ini…
Tapi….
Semuanya berubah.. ketika ada “cawan penderitaan” di hadapan ku….
Ku marah…. Ku berteriak… jauuuuuuhkan dari hadapan ku….!!!
Ku tak kuaaaaaaaaaaaat………… !!!
Itu terlalu pahit bagi ku….. !!!
Cawan itu.. membuat ku mejalani hari tidak hanya dengan keluhan tapi juga dengan air mata…..
Sanyup…. terdengar….
Ku telah merasakan pahitnya cawan itu…
Ku pernah juga menjalani penderitaan itu…
Ku pernah merasakan apa yang engkau rasakan….
Ku lakukan itu demi dirimu… tapi kenapa kau tak mau melakukan itu untuk sesama mu….?
Yang AKU butuhkan dari mu hanyalah kesediaan untuk berkata “Biarlah kehendak Bapa yang terjadi dalam hidup ini….. ” dan AKU akan memampukan mu melewati semua penderitaan itu… meminum cawan penderitaan hingga tetes terakhir…..
