Selasa, 29 Oktober 2013

Hidup Secukupnya




Menarilah terus bapa, mama, saudara, saudari, dan alamku
Kagum, kata yang tepat untuk menggambarkan kekayaan Amarasi Barat. Sebagai orang baru di tempat ini saya kagum dengan suburnya tanah Amarasi Barat. Di tengah kondisi seperti ini, saya merasa tak adil bila kehidupan masyarakat di sini tidak sebanding dengan kesuburan tanah. Dengan sedikit “sentuhan” seharusnya rakyat Amarasi Barat adalah orang-orang yang menikmati kekayaan tanah berlimpah. Ekonomi mereka seharusnya cukup memadai untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke perguruan tinggi. Rasanya tak adil bila melihat sebagian rakyatnya harus berjuang di negeri orang menjadi Tenaga Kerja Indonesia.

Seringkali kemiskinan dikaitkan dengan sifat malas, namun kenyataan ini tidak saya temukan di sini. Kerja keras adalah salah satu etos hidup yang dimiliki rakyat Amarasi Barat. Perjuangan untuk membuat sawah dan kebun walau kondisi geografis yang berbukit dan bergunung-gunung, sudah dari dulu mereka jalani. Setiap hari turun dan naik gunung, jalan berkilo-kilo, pergi pagi-pulang malam adalah aktifitas yang setia mereka lakukan demi hidup.

Alam yang subur dan etos hidup yang ulet juga rajin adalah kombinasi nilai kehidupan yang dapat menggantarkan manusia untuk hidup sukses dengan tingkat ekonomi yang cukup bahkan lebih. Sekalipun demikian, kata “yang penting untuk kebutuhan sehari-hari” sering sekali saya dengar ketika kami bercakap-cakap tentang pekerjaan mareka. Mereka menanam padi, turis, pisang, kelapa, ubi, dan tanaman lainnya demi kebutuhan sehari-hari keluarga. Cukup demi keluarga.

Etos hidup inilah yang membuat mereka hidup dengan ramah kepada alam. Hidup di tengah kemungkinan menjadi kaya tetapi tidak membuat mereka menjadi serakah. Hidup secukupnya demi kebutuhan keluarga sehari-hari membuat alam mereka tetap subur sampai hari ini. Mereka ingat bahwa tanah dan kekayaan alam yang mereka dapat dari orang tua mereka adalah juga milik anak, cucu, dan generasi penerus. 

Dapat menghidupi keluarga dengan hasil kerja keras dan keringat sendiri adalah sebuah kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan uang. Kebahagiaan ini tidak ingin diusik dengan ketidaktenangan karena ingin mengikuti trend sofa terbaru, Tv terbaru, mobil terbaru, atau sekedar Hp android terbaru.  Andai sebuah tarian, mereka hidup dalam sebuah tarian bersama dengan irama yang serasi antara kebutuhan hidup manusia dan alam. Menarilah terus bapa, mama, saudara, saudari, dan alamku.