Selasa, 30 Maret 2010

Meminum hingga tetes terakhir.... cawan penderitaan…..


Dengan bangga ku berkata Bapa… aku ini anak MU…
Dengan bahagia ku berkata… Bapa tuntun aku menjalani hidup ini…
Dengan hati yang terbuka ku berkata.. Bapa berkuasalah dalam hidup ini…


Tapi….
Semuanya berubah.. ketika ada “cawan penderitaan”  di hadapan ku….
Ku marah…. Ku berteriak… jauuuuuuhkan dari hadapan ku….!!!
Ku tak kuaaaaaaaaaaaat………… !!!
Itu  terlalu pahit bagi ku….. !!!
Cawan itu.. membuat ku mejalani hari tidak hanya dengan keluhan tapi juga dengan air mata…..

Sanyup…. terdengar….
Ku telah merasakan pahitnya cawan itu…
Ku pernah juga menjalani penderitaan itu…
Ku pernah merasakan apa yang engkau rasakan….
Ku lakukan itu demi dirimu… tapi kenapa kau tak mau melakukan itu untuk sesama mu….?

Yang AKU butuhkan dari mu hanyalah kesediaan untuk berkata “Biarlah kehendak Bapa yang terjadi dalam hidup ini….. ”  dan AKU akan memampukan mu melewati semua penderitaan itu… meminum cawan penderitaan hingga tetes terakhir…..





Rabu, 24 Maret 2010

zzZZZ.....Antara tidur dan tertidur….ZZZzz....


Tidur….
Semua manusia butuh tidur.. tidur dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Fisik dan emosi kita butuh istirahat dan juga waktu untuk mengatur dirinya. Kita perlu merawat dan mengurus serta menjaga diri sendiri…

Tapi… ketiduran….. mempunyai bahaya sendiri…
Kita dapat telat dalam menepati sebuah janji…
Pekerjaan dan tugas dapat terbengkalai…
Bukan tidak mungkin orang lain akan dirugikan..

Kita harus tau kapan kita tidur… kapan kita harus bangun dan terjaga…. sebab ketiduran dapat mendatangkan bahaya tersendiri…

Seperti para murid yang justru ketiduran tepat disaat Yesus sangat membutuhkan mereka.. para penulis injil sinoptis mempunyai cara masing-masing dalam menggambarkan keberadaan Yesus.
  • Matius dan Markus, menuliskan bahwa Yesus merasa sedih dan gentar bahkan dikatakan seperti mau   mati  rasanya. Ketika diselimuti rasa seperti inilah Yesus meminta muridnya untuk berjaga-jaga dan juga berdoa bersama Dia. 
  • Lukas, memberi penekanan yang lebih dalam dengan mengatakan bahwa pergumulan yang dihadapi Yesus    di Getsemani, sangat berat hingga peluhNya berubah menjadi darah…
Sebuah pergumulan yang sangat berat…. Saat Ia melepaskan kehendak hatiNya dan membiarkan kehendak Bapa yang terjadi…. Saat Ia meminum cawan hingga tetes terakhir… sekalipun itu adalah tetes-tetes yang paling pahit…. penderitaan…
Di saat yang berat… Ia harus meminum cawan yang terpahit….. pada murid, orang yang selalu bersama-sama dengan DIA, justru tertidur…

Kalau seandainya kita diberikan kesempatan untuk bertemu para murid.. tentunya kita akan sangat marah terhadap sikap para murid yang membiarkan Yesus menghadapi waktu yang berat ini......... boleh saja marah… tapi mari lihat kembali kehidupan kita…
Sudahkah kita terjaga bersama-sama dengan sesama kita yang sedang bergumul dengan masalah mereka…..?
Mereka yang mungkin tertawa ketika banyak orang tetapi sebenarnya menangis ketika sedang sendiri…
Mereka yang terlihat kuat dihadapan kita tetapi sebenarnya hancur dibelakang kita…
Perhatikan setiap orang yang Tuhan anugrahkan di sekitar kita… jangan sampai kita “tertidur”… sekalipun mata kita sedang melihat dengan jelas pergumulan mereka….

Kita memang butuh “tidur” (merawat diri kita)… tetapi jangan sampai “ketiduran” (melupakan orang lain)…. Terlebih lagi di saat sesame kita sangat membutuhkan kita… untuk bersama-sama terjaga menghadapi permulan hidup mereka….

Kita bukan hanya hidup… tapi bagaimana kita mampu bermakna bagi sesama…
Tidak hanya melalui kesediaan menangis bersama mereka yang menangis.. tertawa dengan mereka yang tertawa…
Tapi juga… memperingatkan yang tertawa bahwa ada tangisan… dan menguatkan yang menangis bahwa masih selalu ada tawa…


*tulisan ini di inspirasi oleh tulisan Hendrik Nouwen….
Tapi lupa judul bukunya….

Minggu, 14 Maret 2010

ketika ku di hadapan Mu...


Di hadapan Mu…
Kegentaranku pergi… hingga datanglah kekuatan….
Keangkuhanku hancur…. hingga tersadar untuk bergantung pada Mu…
Kelelahanku luluh…. berganti kekuatan….
Keraguan akan masa depan… berubah menjadi kepastian di masa kini….
Semuanya… membuatku tidak mampu menetapMu dengan mata yang kosong… selalu ada air mata…. mengagumi semua perbuatanMu… 
Ya… Kau memang tidak menyertaiku dengan berlari… tapi menyertaiku tapak demi tapak… sehingga ku merasakan setiaMu dalam setiap tapak demi tapak….
Hidup terlalu indah untuk dijalani dengan keluhan.. sebab setiap tapak adalah anugrah…

Minggu, 07 Maret 2010

Filosofi cecak, pelan tapi pasti…

Cecak..cecak.. di dinding diam-diam merayap…. datang seekor nyamuk… hap… lalu ditangkap…..
Siapa sih yang tak kenal lagu ini…. jadoel abis……

Dalam perjalanan pulang dari gereja semalam… di atas anggkot, ku coba memahami lagu ini…. dan menemukan bahwa lagu ini sebenarnya menceritakan kehebatan sang cecak…

Cecak… adalah seekor binatang yang merayap di dinding…. ia tidak bisa terbang…
Tapi kenapa justru makanan utamanya adalah nyamuk… si kecil dan lincah terbang kemana-mana….. 

Sang cecak yang tak bisa terbang… harus mencari taktik agar mampu mendapatkan nyamuk yang lincah terbang… sehingga ia tidak mati kelaparan…. Ya… dengan diam-diam ia merayap… ini taktik sang cecak….
Keterbatasan sang cecak yang tidak bisa terbang, tidak serta merta berarti bahwa ia tidak bisa menanggkap nyamuk yang bisa terbang….

Sambil senyum… senyum… di atas angkot… ku mengerti sekarang filosofi cecak dan ingin belajar dari dirinya… mungkin ku tak punya kelebihan seperti orang lain…. tapi kekuarangan yang ada tidak serta merta membatasi diri ini….. 

ku dianugrahkan kemampuan berpikir dan kekuatan dari Sang Bapa… agar dari apa yang ada pada diriku, mampu melakukan yang terbaik bagi DIA…. Ya…. Jangan takut dibilang "pelan" sebab itu dapat berarti… diam.. diam merayap.. pelan tapi pasti….

Rabu, 03 Maret 2010

... ada yg berbeda dgn kerobohannya.....


Ketika tiba di kampus tadi pagi.. sangat kelihatan kalau ada yang berbeda dengan keadaan di tengah kampus…. Hari senin yang lalu, pohon mangga besar di tengah kampus roboh karena hantaman hujan yang disertai angin lebat… syukur kepada Bapa karena tidak jatuh korban ketika itu…..


Setelah menjalani proses pertumbuhan selama bertahun-tahun… pohon itu roboh dalam beberapa detik…. 

Kesejukan…. Keteduhan…. Suasana hijau…  yang diberikan oleh pohon mangga itu sudah tidak ada lagi….
Hampir setiap hari ku menikmati keteduhannya….
Hampir tiap hari mata ini disegarkan oleh hijaunya… 
Hampir tiap hari kesejukan kurasakan darinya….
Sayangnya… ku menyadari ini ketika ia telah roboh…  ya.. terlambat…

Kini….  sisi tengah kampus semakin terang…. tapi… sebagian kelas terkena sinar  matahari secara langsung, yang membuat udara di dalamnya semakin panas…..
Udara pun tidak sesejuk ketika pohon itu masih berdiri….
Kerobohannya menghadirkan suasana yang berbeda….
Yang pasti membutuhkan bertahun-tahun lagi untuk mengembalikan suasana itu….

Terkadang …. perjalanan hidup kita seperti ini….
Bertahun-tahun kita membangun percintaan….. persahabatan…. pertemanan… lalu datanglah “badai….”  Yang walaupun hanya  beberapa detik tapi mampu merobohkan semuanya….
Sayangnya.. disaat semua sudah berakhir…. Jutstru pada saat itulah kita tersadar… akan betapa indah, teduh dan sejuknya… cinta…. persahabatan… pertemanan yang telah hancur…..
Satu yang pasti… butuh bertahun-tahun lagi untuk membuat semuanya kembali seperti dulu……

Jagalah… dengan baik  semua yang kita sayangi… cintailah dengan setia… jangan sampai kita merasa memiliki justru ketika kita telah kehilangan….

Selasa, 02 Maret 2010


Satu keanehan yang belum terjawab selama ini.. adalah kenapa DIA seolah menunjukan semua hal buruk itu kepadaku…? seolah terbuka lebar, terang tak kabur sedikitpun… seperti dokondisikan semuanya…. mengharuskan ku merasa taknyaman menjalani semuanya…

Jujur…. Ada kegentaran.. ada ketakutan… karena semua itu, tentunya akan merobek zona nyaman dalam hidupku… terkadang tuntunanNYA membawa kita ke tempat yang tidak kita ketahui…. Tapi kesetiaanNYA akan menguatkan kita menuju akhir perjalanan ini.. satu yang pasti.. malu bertanya sesat di jalan….