Tidur….
Semua manusia butuh tidur.. tidur dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Fisik dan emosi kita butuh istirahat dan juga waktu untuk mengatur dirinya. Kita perlu merawat dan mengurus serta menjaga diri sendiri…
Tapi… ketiduran….. mempunyai bahaya sendiri…
Kita dapat telat dalam menepati sebuah janji…
Pekerjaan dan tugas dapat terbengkalai…
Bukan tidak mungkin orang lain akan dirugikan..
Kita harus tau kapan kita tidur… kapan kita harus bangun dan terjaga…. sebab ketiduran dapat mendatangkan bahaya tersendiri…
Seperti para murid yang justru ketiduran tepat disaat Yesus sangat membutuhkan mereka.. para penulis injil sinoptis mempunyai cara masing-masing dalam menggambarkan keberadaan Yesus.
- Matius dan Markus, menuliskan bahwa Yesus merasa sedih dan gentar bahkan dikatakan seperti mau mati rasanya. Ketika diselimuti rasa seperti inilah Yesus meminta muridnya untuk berjaga-jaga dan juga berdoa bersama Dia.
- Lukas, memberi penekanan yang lebih dalam dengan mengatakan bahwa pergumulan yang dihadapi Yesus di Getsemani, sangat berat hingga peluhNya berubah menjadi darah…
Sebuah pergumulan yang sangat berat…. Saat Ia melepaskan kehendak hatiNya dan membiarkan kehendak Bapa yang terjadi…. Saat Ia meminum cawan hingga tetes terakhir… sekalipun itu adalah tetes-tetes yang paling pahit…. penderitaan…
Di saat yang berat… Ia harus meminum cawan yang terpahit….. pada murid, orang yang selalu bersama-sama dengan DIA, justru tertidur…
Kalau seandainya kita diberikan kesempatan untuk bertemu para murid.. tentunya kita akan sangat marah terhadap sikap para murid yang membiarkan Yesus menghadapi waktu yang berat ini......... boleh saja marah… tapi mari lihat kembali kehidupan kita…
Sudahkah kita terjaga bersama-sama dengan sesama kita yang sedang bergumul dengan masalah mereka…..?
Mereka yang mungkin tertawa ketika banyak orang tetapi sebenarnya menangis ketika sedang sendiri…
Mereka yang terlihat kuat dihadapan kita tetapi sebenarnya hancur dibelakang kita…
Perhatikan setiap orang yang Tuhan anugrahkan di sekitar kita… jangan sampai kita “tertidur”… sekalipun mata kita sedang melihat dengan jelas pergumulan mereka….
Kita memang butuh “tidur” (merawat diri kita)… tetapi jangan sampai “ketiduran” (melupakan orang lain)…. Terlebih lagi di saat sesame kita sangat membutuhkan kita… untuk bersama-sama terjaga menghadapi permulan hidup mereka….
Kita bukan hanya hidup… tapi bagaimana kita mampu bermakna bagi sesama…
Tidak hanya melalui kesediaan menangis bersama mereka yang menangis.. tertawa dengan mereka yang tertawa…
Tapi juga… memperingatkan yang tertawa bahwa ada tangisan… dan menguatkan yang menangis bahwa masih selalu ada tawa…
*tulisan ini di inspirasi oleh tulisan Hendrik Nouwen….
Tapi lupa judul bukunya….