Jumat, 30 April 2010

Ada apa dengan otak dan hati ini....?


Entah kenapa belakangan ini..... ku susah untuk berkonsentrasi....
mencoba mencari tempat yang paling nyaman tapi tak pernah kutemukan...
satu-satunya tempat yang membuatku nyaman hanyalah perpus kampus...
banyak buku tersedia disitu... sayangnya seringkali tempat itu cukup ramai didatangi orang....
Seringkali ku habiskan waktu seharian di tempat itu....
Ku seolah menemukan “rumah” ku sendiri di situ...

Segala sesuatu yang membuat tergantung selalu dihindari....
Tergantung pada seseorang... kosmetik... makanan dan pola hidup  ketergantungan lainnya
sebisa mungkin dihindari...
Tidak ingin hidup ini “dijajah” oleh sesuatu...
Tapi kenapa masalah kerja tugas... ku seolah tergantung pada ruang perpus...?
 Mencoba bertanya pada diri sendiri... apa yang salah dengan diri ini....?

Sejenak berpikir....
Bukankah seseorang dapat ramai di tengah kesunyian.... dan dapat sunyi di tengah keramaian...
Fakta ini menghadirkan tanda tanya sendiri.... 
bukankah ini berarti hati dan pikiran memainkan peran yang cukup dominan dalam menentukan kenyamanan hidup ini...
Banyak orang yang bisa hidup nyaman di tengah bau abis ikan...
Banyak orang merasa aman di tengah bau sampah....

Ada apa dengan otak dan hati ini....?
Mungkin ku tak lagi memberikan waktu yang cukup bagi mereka....
Ku seolah tak punya waktu untuk berhamonisasi dengan otak dan hati ini... 
ku butuhkan kesunyian untuk mengharmonisasikan keduanya... 
Dalam harmonisasi ini, dengan rendah hati meminta mereka untuk menyatukan visi....
Baiklah....

Selasa, 06 April 2010

filosofi sampan kecil....


Sampan….
melambangkan kesederhanaan… harta bagi para nelayan sederhana.... mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan….. ya secukupnya… untuk makan keluarga dan dijual demi kebutuhan keluarga…. 
mengambil hasil alam tanpa merusak alam… 
menjadi bagian penting dari harmonisasi keseimbangan rantai makanan…

Satu lagi yang penting… sampan kecil ini…. 
membutuhkan keseimbangan antara sisi kiri dan kanan untuk dapat berlayar mengarungi lautan….
Dalam keseimbangan ia mampu bermakna…

Kita tidak membutuhkan kemewahan untuk memampukan hidup ini menjadi bermakna…. 
Dalam kesederhanaan…. Kita akan mampu berarti bagi sesama… ya ketika kita bersedia menjalani hidup ini dengan dalam keseimbangan….
Seimbang dalam menjaga hubungan yang baik dengan DIA dan membutkikan itu kepada sesama…
Seimbang antara menerima dan memberi….
Seimbang antara berdoa dan bekerja….
Seimbang antara bekerja dan beristirahat….
Seimbang antara menghias diri dan bermakna bagi orang lain…

Kebahagiaan tidak identik dengan kekayaan dan kemewahan…. 
Sebab dalam sederhanaan dan kerelaan untuk menjalani hidup dengan seimbang kita dapat menikmati kebahagiaan hidup…. Karena hidup ini menjadi bermakna….

Sampan….. dalam kesederhanaannya mampu berlayar…. Karena ia seimbang….