Ini adalah reflesksi dari perjalanan ke air terjun di katumiri...
Menikmati keindahan air terjun, paling indah, bila kita melihatnya dari dasar air terjun, sambil melihat ke atas. Melihat betapa tingginya air terjun, di tengah-tengah suasana hijau menyegarkan, yang dihadirkan oleh hutan alam. Untuk mendapatkan sudut pandang ini, mau tidak mau kita harus berjuang untuk turun dari ketinggian menuju titik terendah dari air terjun.
Keindahan air terjun menjadi semakin berharga ketika, kami harus berjalan kembali ke atas. Harus berjuang melewati jalan yang bergunung-gunung, ditemani hujan dan semakin berat karena jalan yang becek. Perjuangan yang melelahkan itu membuat keindahan air terjun yang terlihat di dasar bukit menjadi sangat berharga.
Sambil berjalan, ku merenungkan…. Ternyata hidup juga seperti ini… hidup itu berputar.. ada saat kita berada di atas dan ada saat kita berada di bawah. Kita pernah merasakan gagal dan pernah merasakan kesuksesan. Keduanya saling melengkapi dan memberi makna.
Kita menghargai keberhasilan karena kita pernah merasakan sakitnya dan bagaimana beratnya perjuangan untuk bangkit dari kegagalan. Kita menghargai kegagalan sebab melaluinya kita mendapat pelajaran dan kekuatan untuk mencapai keberhasilan. Bukankah seringkali pelajaran hidup yang paling berharga didapat ketika kita berada dalam titik kegagalan ?
Terlalu sering kita hanya mau bersyukur karena keberhasilan dan merasa bahwa kegagalan adalah pengalaman yang harus dilupakan. Dunia mengajarkan kita hanya untuk menghargai orang yang berhasil. Ternyata hidup yang diciptakan Sang Pencipta adalah kehidupan yang utuh.
IA tidak hanya membiarkan kita merasakan kesuksesan tetapi IA juga membiarkan kita merasakan kegagalan. Dengan menjalani kehidupan yang utuh ini kita akan menghargai setiap tapak perjalanan hidup kita… entah itu ketika gagal, di saat perjuangan untuk bangkit dari kegagalan maupun saat kita mencapai kesuksesan.
Ternyata hidup terlalu indah untuk dijalani dengan keluhan. Herold Kushner mengingatkan kita bahwa kegagalan tidak serta membuat kita menjadi pecundang. Dan seorang pecundang sekalipun, akan menjadi seorang pemenang ketika ia berani bangkit dari kegagalan.
Jangan pernah takut untuk gagal, namun jangan pernah nyaman untuk tinggal dalam kegagalan sebab kegagalan dapat menjadi pijakan untuk berjuang menggapai keberhasilan.
IA adalah pencipta yang menyertai kita dalam setiap tapak hidup kita… saat gagal maupun berhasil. IA tau kita adalah ciptaan yang tidak sempurna dan tidak pernah memaksa kita menjadi sempurna dalam ketidaksempurnaan kita. IA hanya menginginkan kita berbuat yang terbaik….