Sabtu, 27 Februari 2010

Antara putar balik dan putar balek.

Yehezkiel 3: 16-21.

Putar balik dan putar balek adalah dua kata yang mirip. Bila kita lihat huruf demi huruf, maka dapat dipastikan bahwa perbedaan kedua kalimat ini hanya terletak pada satu huruf. Kata putar balek menggunakan huruf “e” sementara kata putar balik, menggunakan huruf “i”. Sekalipun kedua kata ini mirip, dan hanya berbeda pada satu huruf…. Kedua kata ini memiliki makna atau arti yang jauh berbeda.
-    Putar balik berarti, berputar kembali... ke tempat  yang sebenarnya.
-   Sementara purat balek.. justru berarti melenceng dari apa yang sebenarnya… tidak sesuai atau berlawanan dengan sebenarnya. (kata ini merupakan salah satu bahasa kupang yang sering digunakan untuk mengatakan sebuah fakta yang diputarbalikkan.)

Dapat dipastikan semua orang tidak ingin ditipu. Yang benar hendaknya dikatakan benar dan yang salah hendaknya dikatakan salah. Dalam rangka menyatakan kebenaran inilah, Allah memanggil Yeheskiel untuk menjadi seorang nabi. Seorang yang bertugas untuk memberitakan berita yang Ia terima dari Allah. Yeheskiel di panggil untuk menyatakan kebenaran yang disampaikan Allah kepada Israel.

Pesan yang keluar dari mulut Yeheskiel, diberitahukan kepada bangsa Israel yang ada dalam pembuangan, harus kembali sesuai dengan perkataan Allah yang ia terima.  Yeheskiel dipanggil mejadi seorang yang selalu mengembalikan setiap kata yang diucapkan, kembali kepada kebenaran berita Allah.

Kesatuan antara perkataan Yeheskiel dan pesan yang Ia terima dari Allah menjadi penting sebab Yeheskiel dipanggil oleh Allah untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang di pembuangan dengan mengatasnamakan nama Allah. Ayat.17. Semua yang Ia beritakan harus kembali sesuai dengan apa yang ia dengarkan dari Allah sendiri.  

Sadar atau tidak sadar… suka atau tidak suka…
Kita semua sama seperti Yehezkiel…. Dipanggil untuk menyatakan pesan Allah dalam hidup kita… kepada sesama….

Pertanyaan besar bagi kita…  pesan apa yang kita berikan kepada sesama….?
Apakah kita akan menjadi sama seperti Yeheskiel yang membawa pesan sesuai dengan kebenaran Allah. Kita memutar balik setiap kata kita dengan mengukurnya sesuai pada kebenaran Allah ?
ataukah…..
kita justru menjadi pembawa pesan yang putar balek.

Keputusan…  untuk menjadi seorang yang memutar balik (mengembalikan) setiap kata kita menjadi sesuai kebenaran Allah ataukah menjadi seorang yang putar balek (membalikan kebenaran), memberitakan pesan yang tidak sesuai dengan pesan Allah.. ada di tangan kita…

Jangan gegabah ketika  berbicara  mengatasnamakan ALLAH…  sebab kebenaranNyalah yang harus kita beritakan… bukan kebenaran, kepentingan atau keuntungan kita dengan mengatasnamakan Allah…. Waspadalah !!!!!! sebab sekalipun putar balik dan putar balek… hanya berbeda, satu huruf… tapi memiliki makna yang bertentangan…