Ketika jenuh berhadapan dengan tugas-tugas yang tak pernah selesai… saya memutuskan untuk berhenti sejenak dan menyegarkan pikiran ini dengan membuat sebuah tulisan lepas. Kebetulan ada seorang teman yang meminta menuliskan baginya sebuah cerita tentang persahabatan. Lebih tepatnya tentang dua sahabat lama… hm.. ternyata cukup susah… Saat mencoba menyusun alur berpikir tulisan ini, tiba-tiba terdengar lagu, dengan lirik… “persahabatan bagai kepompong….. merubah ulat menjadi kupu-kupu….”. Seperti biasanya, saya selalu merubah lagu ini menjadi “persahabatan bagai ke dondong…..” hm.. bukan maksud hati menjelekkan lagu tersebut, tapi hanya ingin tersenyum ketika menyanyikan ubahan lagu tersebut…
Kedondong….. adalah salah satu jenis buah-buahan yang memiliki bentuk yang indah bila dilihat dari luar. Sedangkan isi dalam dari kedondong sendiri, terdiri dari dua bagian, daging buah dan serat… siapa yang memakan buah ini, harus mampu memisahkan daging dan seratnya….
Bukankah persahabatan seperti buah kedondong…?
Sangat indah ketika kita melihat dua orang atau beberapa orang hidup dengan saling bersahabat. Tidak sering banyak sekali symbol yang dibuat untuk mempererat persahabatan yang ada. Menggunakan gelang yang sama, baju dipesan bersama, janjian makan bersama… dan banyak lagi kegiatan lainnya. Sering kegiatan ini membuat orang yang ada disekitar melihat dengan tatapan iri…
Namun, mari melihat lebih cermat isi dari persahabatan tersebut…..
Hm.. ternyata tidak hanya ada “daging” yang baik untuk dimakan tetapi juga terdapat “serat” yang tidak menyenangkan.
- Dalam persahabatan… tidak kita menemukan tempat untuk berbagi cerita tetapi juga tempat kita harus meluangkan waktu kita untuk mendengarkan cerita sekalipun, mungkin cerita itu tak penting bagi kita…..
- Dalam persahabatan…. Tidak hanya menemukan tempat dimana kita diterima apa adanya tetapi juga kita harus menerima teman kita apa adanya. Sering kita kesal kepada sahabat karena perbuatannya tapi bukankah kita harus menerinya apa adanya…
- Dengan persahabatan, kita tidak akan merasa sendiri dalam menjalani hidup ini. Ada orang yang bersama-sama berbagi tangisan dan tawa dengan kita. Namun harus kita akui bahwa seringkali kita kesal karena merasa bahwa sang sahabat terlalu mencampuri urusan pribadi… seolah kita tak punya waktu untuk diri sendiri…
- Dalam persahabatan... kita akan menjadi orang yang berbangga ketika sahabat kita meraih prestasi.. tapi kita juga akan merasakan malu bila sang sahabat melakukan kesalahan....
- Seorang sahabat adalah orang paling mengetahui kelebihan dan keinginan kita.. tetapi juga kelemahan dan kebencian kita… sahabat dapat membuat kita menjadi seorang yang paling berbahagia.. tapi dia juga dapat berubah menjadi orang yang paling kita benci.
Persahabatan itu utuh… seperti buah kedongdong… ada daging tapi juga ada serat… ada kebagiaan tetapi ada juga yang tidak menyenangkan…. tergantung bagaimana kita menyikapinya...
Bukankah keutuhan persahabtan juga yang diajarkan oleh amsal 17:17…. Ya… seorang sahabat menaruh kasih setiap saat… tidak hanya saat suka tetapi juga dalam kesukaran…