Minggu, 16 Mei 2010

Aku akan sia-sia tanpa sesamaku...

Semua orang punya rasa takut...
Ketakutanku yang terbesar pada titik ini..
Adalah... bila hidup menjadi sia-sia...
Tak bermakna bagi sesama...

Untuk apa ku bertemu banyak orang hari ini... bila menyapapun, ku enggan...
Untuk apa ku mengelilingi kehidupanku dengan banyak teman... bila tak bermakna bagi mereka...
Untuk apa ku membaca banyak buku, hanya untuk membuat ku pintar tanpa mampu membuat orang lain, juga menjadi pintar...
Untuk apa ku kejar ilmu... bila hanya untuk mempercantik diri...

sia-sia bertemu orang.. 
bila hanya mampu menyapa orang yang memberi keuntungan bagi ku...
sia-sia berteman....
bila hanya ingin menemukan apa yang menjadi kekurangannya, sehingga diriku menjadi lebih
sia-sia membaca banyak buku...
bila tak mampu mengimplikasikannya bagi sesama...
Tak ingin menjadi pintar...
bila dengan itu dengan itu, ku hanya mampu menertawakan kebodohan orang lain bahkan menggunakannya untuk keuntungan diri sendiri....

Aku hanya dapat bermakna bila bersama Engkau, Dia dan Mereka....
Sebab bersama Engkau... Dia.. dan Mereka...
Ku mengetahui siapa diriku... dan makna kehadiranku....
Dalam persekutuan..... kebersamaan... hidup ini menemukan makna.... 
Tidak menjadi sia-sia...

Karena itulah...
Ku meminta sebuah hidup yang sederhana...
Sebab dalam kesederhanaan terletak kerelaan untuk berbagi....
Jauh.. dari ketamakan untuk mengumpulkan bagi diri sendiri...

Kesederhanaan hidup... yang dilandasi keinginan untuk berbagi adalah harta yang tak terbeli... 
ya.. kerena Aku.. tak bisa hidup dan bermakna tanpa sesamaku....

Tolong aku Tuhan... tuntun tanganku... jangan sia-sia karya hidupku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar