| Menarilah terus bapa, mama, saudara, saudari, dan alamku |
Kagum, kata yang tepat untuk menggambarkan kekayaan
Amarasi Barat. Sebagai orang baru di tempat ini saya kagum dengan suburnya
tanah Amarasi Barat. Di tengah kondisi seperti ini, saya merasa tak adil bila
kehidupan masyarakat di sini tidak sebanding dengan kesuburan tanah. Dengan
sedikit “sentuhan” seharusnya rakyat Amarasi Barat adalah orang-orang yang
menikmati kekayaan tanah berlimpah. Ekonomi mereka seharusnya cukup memadai
untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke perguruan tinggi. Rasanya tak
adil bila melihat sebagian rakyatnya harus berjuang di negeri orang menjadi
Tenaga Kerja Indonesia.
Seringkali kemiskinan dikaitkan dengan sifat malas,
namun kenyataan ini tidak saya temukan di sini. Kerja keras adalah salah satu
etos hidup yang dimiliki rakyat Amarasi Barat. Perjuangan untuk membuat sawah
dan kebun walau kondisi geografis yang berbukit dan bergunung-gunung, sudah
dari dulu mereka jalani. Setiap hari turun dan naik gunung, jalan berkilo-kilo,
pergi pagi-pulang malam adalah aktifitas yang setia mereka lakukan demi hidup.
Alam yang subur dan etos hidup yang ulet juga rajin
adalah kombinasi nilai kehidupan yang dapat menggantarkan manusia untuk
hidup sukses dengan tingkat ekonomi yang cukup bahkan lebih. Sekalipun demikian,
kata “yang penting untuk kebutuhan
sehari-hari” sering sekali saya dengar ketika kami bercakap-cakap tentang
pekerjaan mareka. Mereka menanam padi, turis, pisang, kelapa, ubi, dan tanaman
lainnya demi kebutuhan sehari-hari keluarga. Cukup demi keluarga.
Etos hidup inilah yang membuat mereka hidup dengan
ramah kepada alam. Hidup di tengah kemungkinan menjadi kaya tetapi tidak
membuat mereka menjadi serakah. Hidup secukupnya demi kebutuhan keluarga
sehari-hari membuat alam mereka tetap subur sampai hari ini. Mereka ingat bahwa
tanah dan kekayaan alam yang mereka dapat dari orang tua mereka adalah juga
milik anak, cucu, dan generasi penerus.
Dapat menghidupi keluarga dengan hasil kerja keras
dan keringat sendiri adalah sebuah kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan
uang. Kebahagiaan ini tidak ingin diusik dengan ketidaktenangan karena ingin
mengikuti trend sofa terbaru, Tv terbaru, mobil terbaru, atau sekedar Hp
android terbaru. Andai sebuah tarian,
mereka hidup dalam sebuah tarian bersama dengan irama yang serasi antara
kebutuhan hidup manusia dan alam. Menarilah terus bapa, mama, saudara, saudari,
dan alamku.
Terimakasih sudah berbagi....Selamat melayani, Tuhan memberkati
BalasHapus