Bilangan 14: 1-11.
“Cantikmu mengalihkan duniaku”. Kutipan ini adalah sebuah slogan yang digunakan oleh salah satu iklan kosmetik. Bunyi slogan ini, bisa kita rubah sehingga menjadi “masalah mengalihkan duniaku”. Bukankah ketika kita berhadapan dengan masalah, seringkali wajah ceria kita beralih menjadi cemberut bahkan tangisan?. Ucapan syukur pun dengan mudah beralih menjadi menjadi persungutan.
Demikian juga dengan keadaan yang dialami bangsa Israel ketika hendak memasuki Kanaan. Pada pasal 13:1, Allah sendiri yang meminta Musa untuk mengirimkan 12 orang pengintai untuk mengintai tanah Kanaan. Seperti yang kita baca dalam cerita ini, sepuluh dari dua belas pegintai membawa berita yang menakutkan bagi bangsa Israel (13:27-29). Berita yang menakutkan inilah yang akhirnya mengalihkan pandangan bangsa Israel sehingga akhirnya mereka malah bersungut-sungut dan bahkan mengatakan bahwa Allah membawa mereka untuk membinasakan mereka (14:3).
Namun berbeda dengan dua pengintai lainnya yaitu Yosua dan Kaleb. Mereka berdua juga turut mengintai keadaan Kanaan, itu berarti mereka cukup tau masalah dan tantangan apa yang akan dihadapi bangsa Israel ketika memasuki tanah Kanaan. Apa yang membuat sikap kedua orang pengintai itu berbeda dari kesepuluh pengintai lainnya?.
Pasal 14:8-9, jelas memberitahukan alasannya. Tantangan dan masalah yang akan dihadapi dalam perjalanan masuk ke tanah Kanaan tidak serta merta mengalihkan pandangan Yusoa dan Kaleb kepada masalah, sebab mereka yakin dan percaya akan tuntunan Tuhan.
Pasal 14:11, jelas mengambarkan bahwa telah banyak mujizat yang Allah buat bagi Israel dalam perjalanan mereka sampai pada titik ini. Namun masalah dengan begitu saja mengalihkan bahkan menghapus semua pengalaman tuntutan Allah bagi mereka. Keraguan dan ketakutan membuat mereka meragukan tuntuanan Allah.
Pertanyaan dapat hadir disini, kenapa Allah sendiri menyuruh Musa untuk mengirimkan para pengintai, bukankah itu berarti Allah ingin agar Israel mengetahui kekuatan dan kelebihan para musuh?. Wajar saja bila orang Israel mejadi takut karena fakta mengatakan bahwa musuh yang akan mereka hadapi itu jauh lebih kuat dari mereka?.
Memang benar Allah ingin Israel mengetahui kekuatan musuh. Tapi melalui hasil pengintaian ini Allah ingin agar Israel menjadi sadar bahwa masalah dan tantangan besar akan mereka hadapi, oleh karena itu hendaknya mereka berserah dan bersandar penuh kepada Allah. Pengalaman akan tuntunan Allah seharusnya mampu mengalihkan pandangan Israel, dari masalah kepada kekuatan tuntutan Allah.
Tak ada orang yang hidup tanpa masalah. Tuntunan Allah tidak menghapuskan masalah dari hidup kita tetapi memampukan kita melewati masalah. Cara pandang kita terhadap masalah mempengaruhi cara kita mengatasi masalah. Oleh karena itu ketika kita menghadapi masalah ingatlah bahwa tuntunan Allah hendaknya mengalihkan dunia kita. Dari dunia yang penuh ketakutan karena masalah, kepada dunia yang penuh dengan kekuatan untuk mengatasi masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar