G.P.H
Locker menulis dalam buku Tata Gereja: Gereja Potestan di Indonesia
bahwa sejak tahun 1933 kerinduan untuk mendirikan gereja Timor sudah
mulai terdengar. Namun Pengurus Gereja pada masa itu menilai bahwa
gereja Timor belum siap untuk mandiri. Kerinduan ini baru disetujui
pada tahun 1941 tetapi terhalang dengan oleh perang dan penjajahan
Jepang. Pada tanggal 31 Oktober tahun 1947 Pelembagaan Gereja Timor
diputuskan.
Sesuai dengan informasi yang didapat dari bapak Pdt. Y. Sabuna, sejak mandiri, GMIT telah menghasilkan 8 tata gereja:
1. Peratoeran Geredja Masehi Injili di Timor tahun 1949
Locher
menjelaskan garis-garis
besar dari tata gereja 1949 ini sebenarnya telah didiskusikan dalam
rapat Perhimpunan Kelengkapan sejak tahun 1946. Keberadaan tata
gereja adalah salah satu syarat pemandirian GMIT. Pembahasan
berlanjut pada February 1947 yang membahas beberapa aturan seperti
peraturan am, peraturan sinode, peraturan klasis, dan peraturan
majelis jemaat. Seluruh pembahasan mengenai aturan ini kemudia
dibukukan pada tahun 1949.
Frank
L. Cooley dalam buku Benih Yang Tumbuh IX menilai bahwa Ds. E.
Dukstra sangat berperan dalam penyusunana tata gereja ini. Sifat
administrasi dari tata gereja ini sangat menonjol. Tata gereja GMIT
yang pertama ini dalam penyusunanya merujuk pada tata gereja Gereja
Masehi Injili di Minahasa dan Gereka Protestan Maluku.
2. Tata
Gereja GMIT tahun 1952
Tata
gereja GMIT tahun 1952 sebenarnya tidak pernah dipublikasikan.
Informasi ini didapat dari Pdt. Y. Sabuna dan penjelasan Cooley yang
dalam surveinya menyatakan bahwa sejauh ingatan para pendeta senior
tata gereja ini tidak pernah dipublikasikan. Cooley juga menjelaskan
bahwa kajian teologis dari tata gereja ini lebih baik dari tager
sebelumnya dan sisi administrasi lebih berkurang sebab lebih bersifat
musyawarah.
3.Tata
Gereja GMIT tahun 1958
Cooley menjelaskan bahwa tager 1958 memiliki kemiripan dengan tager 1952. Terdapat kemungkinan tager 1952 tidak ditangani dengan baik karena Pdt. J. L. Ch Abineno berangkat untuk studi ke Belanda dan baru setelah kepulangannya tager 1952 dirampungkan menjadi tager 1958.
4. Tata Gereja GMIT tahun 1970
Tata gereja ini tidak dibukukan dengan baik, masih bersifat lembaran-lembaran lepas dari keputusan sidang. Bagian data kantor sinode mencoba untuk mengumpulkan dan menjilid beberapa keputusan yang masih bisa ditemukan.
5. Tata Gereja GMIT tahun 1973
Tager 1973 dibukukan pada tahun 1984. Dikenal dengan buku merah.
6. Tata GMIT tahun 1987
Dibukukan pada tahun 1988, dikenal dengan buku kuning
7. Tata GMIT tahun 1999
Pengaruh pemerintahan cukup terasa. Aturan yang mengalami perubahan mencolok adalah aturan mengenai klasis. Dikenal dengan buku hijau.
8. tata gereja 2010 (buku kuning)
Tager terbaru ini adalah tager pertama bagi GMIT yang disusun dengan landasan eklesiologi dan pendekatan yang dipakai adalah pendekatan dari jemaat. Terlihat dengan diawalinya tager ini dengan naskah-naskah eklesiologi GMIT. Metafora eklsiologi yang digunakan adalah metafora keluarga Allah. Sayangnya aturan-aturan ini dibukukan oleh MS dalam sebuah buku tanpa judul. Dikenal dengan buku kuning.
Cooley menjelaskan bahwa tager 1958 memiliki kemiripan dengan tager 1952. Terdapat kemungkinan tager 1952 tidak ditangani dengan baik karena Pdt. J. L. Ch Abineno berangkat untuk studi ke Belanda dan baru setelah kepulangannya tager 1952 dirampungkan menjadi tager 1958.
4. Tata Gereja GMIT tahun 1970
Tata gereja ini tidak dibukukan dengan baik, masih bersifat lembaran-lembaran lepas dari keputusan sidang. Bagian data kantor sinode mencoba untuk mengumpulkan dan menjilid beberapa keputusan yang masih bisa ditemukan.
5. Tata Gereja GMIT tahun 1973
Tager 1973 dibukukan pada tahun 1984. Dikenal dengan buku merah.
6. Tata GMIT tahun 1987
Dibukukan pada tahun 1988, dikenal dengan buku kuning
7. Tata GMIT tahun 1999
Pengaruh pemerintahan cukup terasa. Aturan yang mengalami perubahan mencolok adalah aturan mengenai klasis. Dikenal dengan buku hijau.
8. tata gereja 2010 (buku kuning)
Tager terbaru ini adalah tager pertama bagi GMIT yang disusun dengan landasan eklesiologi dan pendekatan yang dipakai adalah pendekatan dari jemaat. Terlihat dengan diawalinya tager ini dengan naskah-naskah eklesiologi GMIT. Metafora eklsiologi yang digunakan adalah metafora keluarga Allah. Sayangnya aturan-aturan ini dibukukan oleh MS dalam sebuah buku tanpa judul. Dikenal dengan buku kuning.
Beberapa Catatan:
- Gambaran pergumulan GMIT
Perubahan-perubahan tager menunjukan bahwa GMIT selalu mencoba untuk menyesuaikan diri dengan konteks pelayanan yang juga berubah. GMIT tidak diam tetapi selalu bergumul untuk mengatur pelayanannya. Tager sebenarnya menunjukan pergumulan dan teologi yang berkembang pada sebuah masa. Dokumentasi tager adalah sebuah hal penting dan dapat menghindarkan GMIT dari mengulang kesalahan sejarah sehubungan dengan aturan gereja. Sayangnya aturan-aturan tahun 1952-1970 tidak didokumentasikan dengan baik.
- Jangka waktu perubahan tata gereja
Bila dilihat dari jangka waktu perubahan tager terlihat bahwa ada yang berumur 3 tahun, 6 tahun, 12 tahun, 14 tahun. Ketidak aturan ini menunjukan bahwa perubahan tager masih bersifat situasional dan belum mendapat pengkajian tertatur.
- Pemberian judul bukuBila diperhatikan sejak tager 1952-1973 judul yang digunakan adalah Tata Gereja GMIT, baru pada tager 1988 dan 1999 judul yang dipakai adalah Tata GMIT. Ungkapan Tata Gereja adalah sebuah kata yang tidak bisa dipilah begitu. Tata Gereja menjelaskan bahwa aturan-aturan yang dibukukan ini adalah aturan-aturan gereja sehingga disebut tata gereja dan bukan tata boga atau tata busana. Judul dari tager seharusnya menjadi Tata Gereja GMIT. Sayangnya pada tager terakhir pun masih menggunakan ungkapan Tata GMIT.

menarik… tentang judul bisa jadi pertimbangannya karena tidak mau ada penduakalian kata GEREJA…. Jadi tidak mau menyebut TATA GEREJA GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR
BalasHapustapi bagaimanapun beta sepakat dengan usulan yang ada, TATA GEREJA itu judul bukunya…
kalau judulnya TATA GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR... berarti judul bukunya TATA dari GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR... nah masalahnya ini tata apa? tata boga, tata laksana , atau tata dasar...kalau judulnya TATA GEREJA GEREJA MASEHI INJILI DI GMIT, maka jelasa buku ini adalah TATA GEREJA dari GMIT...
BalasHapusMakasih untuk infonya yang memberikan pengetahuan...menurut beta juga tepat Tata Gereja GMIT :)
BalasHapusBu Li_WeTH,
BalasHapussaya numpang tanya,
apakah ibu mempunyai informasi yg lengkap ttg sejarah gereja Sejarah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)?
saya tinggal di california dan sedang mengerjakan PR saya.. dan saya sedang kesusahan mencari informasi yg lengkap..
apakah ibu mempunya article2 yg bagus?
terima kasih dan Tuhan memberkati.